Ebola Darurat Global, Pengamat Khawatir Jemaah Haji Terpapar

[original_title]

Jackiecilley.com – Wabah Ebola telah dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia (PHEIC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang berdampak pada berbagai negara, termasuk Indonesia. Peneliti di bidang keamanan kesehatan global, Dicky Budiman, menekankan bahwa penutupan total perbatasan bukanlah solusi terbaik. Ia berpendapat bahwa fokus harus diarahkan pada peningkatan pengawasan terhadap penularan, terutama di kalangan jemaah haji, umrah, dan pelaku perjalanan internasional.

Menurut Dicky, penguatan surveilans epidemiologi di seluruh pintu masuk internasional sangat penting dilakukan, baik di bandara maupun pelabuhan. Ia menyarankan agar pengawasan terhadap jemaah haji dan umrah ditingkatkan, mengingat mobilitas tinggi yang mereka miliki. Surveilan ini harus mencakup skrining berdasarkan risiko, terutama bagi individu yang baru saja kembali dari negara-negara dengan wabah.

Dicky juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan di sektor kesehatan dalam negeri, termasuk laboratorium dan sistem penanganan pasien. Ia menekankan perlunya laboratorium standar BSL-3 dan BSL-4, serta kemampuan untuk melakukan uji PCR Filovirus cepat. Selain itu, rumah sakit rujukan harus siap dengan fasilitas isolasi dan pelatihan yang memadai bagi tenaga kesehatan.

Penanganan wabah ini memerlukan pendekatan holistik yang juga memperhitungkan aspek lingkungan, mengingat Ebola berhubungan dengan pembuangan hutan, interaksi manusia dengan satwa liar, dan masalah perubahan iklim. Dicky mengingatkan, pengalaman dari masa pandemi sebelumnya menunjukkan bahwa keterlambatan dalam respons kesehatan menjadi penyebab utama kegagalan dalam penanganan wabah.

Baca Juga  IHSG Melemah, Ketidakpastian The Fed Dipicu Konflik Iran-AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *