23 February 2026 – Nama arya iwantoro kini menjadi pusat perhatian publik dan pejabat setelah Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan langkah administratif terhadap dirinya dan istrinya. Keputusan itu muncul menyusul video yang viral di media sosial terkait pernyataan mengenai status kewarganegaraan anak mereka yang memicu perdebatan tajam tentang semangat nasionalisme dan komitmen penerima beasiswa negara.
Purbaya secara resmi memasukkan Arya Iwantoro dan istrinya, Dwi Sasetyaningtyas, ke dalam daftar blacklist alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Blacklist akan mencegah keduanya menjalin hubungan profesional atau bekerja dengan instansi pemerintah di masa mendatang selama kebijakan itu berlaku.
Keputusan menteri juga menyoroti dugaan ketidakpatuhan terhadap aturan pengabdian LPDP. Penerima beasiswa dari negara diwajibkan kembali dan memberikan kontribusi di Indonesia selama jangka waktu tertentu setelah menyelesaikan studi luar negeri. Dalam kasus ini, publik menilai Arya yang menempuh program S2 dan S3 di luar negeri belum menyelesaikan kewajiban itu sesuai skema kontrak pengabdian yang berlaku. suara.com
Dampak kebijakan itu tidak hanya administratif. Purbaya menyatakan bahwa proses pemulangan dana beasiswa kepada negara juga tengah dibahas, termasuk kemungkinan penambahan bunga dan denda jika pelanggaran aturan terbukti. Langkah ini mencerminkan sikap pemerintah terhadap penggunaan dana publik dan kewajiban kontraktual penerima beasiswa.
Polemik ini berkembang luas di media sosial, yang mencampurkan kritik atas pernyataan pribadi dengan mekanisme penegakan aturan beasiswa negara. Hingga kini, otoritas terkait belum merilis rincian lengkap hasil audit internal atau keputusan akhir mengenai jumlah dana yang harus dikembalikan.
Publik masih menantikan pernyataan lanjutan dari pihak LPDP serta klarifikasi dari pihak yang bersangkutan terkait implikasi administratif dan hukum dari kebijakan yang dikeluarkan. Langkah selanjutnya diyakini akan menjadi rujukan kebijakan beasiswa negara di masa depan.