Rupiah Turun Tertekan Konflik Baru di Timur Tengah

[original_title]

Jackiecilley.com – Nilai tukar rupiah pada Senin pagi mengalami pelemahan signifikan, merosot sebanyak 71 poin atau 0,39 persen, menjadi Rp18.107 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.036 per dolar AS. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa salah satu faktor yang berkontribusi pada penurunan ini adalah eskalasi baru yang terjadi di Timur Tengah.

Kenaikan harga minyak akibat ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut turut mempengaruhi kondisi rupiah. Menurut laporan Sputnik, Iran meluncurkan sejumlah rudal ke utara Israel pada Ahad malam, sebagai respons atas ancaman serangan udara yang dilakukan Israel terhadap Beirut. Serangan tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa, meskipun tensi di daerah perbatasan semakin meningkat.

Perdana Menteri Israel mengonfirmasi bahwa serangan balasan dilakukan terhadap Hizbullah di Lebanon selatan, yang dianggap bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut. Hizbullah, yang berupaya membalas serangan Israel yang kerap terjadi, melakukan operasi militer guna mempertahankan wilayahnya. Dalam konteks ini, warga sipil yang tinggal di daerah tersebut merasakan dampak langsung dari ketegangan yang terus berlanjut.

Selain isu luar negeri, sentimen internal juga diperkuat oleh rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) dari AS yang menunjukkan bahwa tambahan pekerjaan di sektor pemerintah dan industri rekreasi semakin meningkat. Hal ini memberikan dampak pada pasar, dan mempengaruhi nilai tukar mata uang global, termasuk rupiah.

Prediksi menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah dapat berkisar antara Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS dalam waktu dekat, seiring dengan perkembangan situasi di internasional maupun domestik.

Baca Juga  Banjarmasin Siap Terapkan Metode Sanitary Landfill di TPA Basirih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *