Negosiasi AS-Iran Terus Berlanjut di Swiss di Tengah Ketegangan

[original_title]

Jackiecilley.com – Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss berjalan intensif, meski tengah terhambat oleh pernyataan keras Presiden Donald Trump. Delegasi AS berkomitmen untuk terus bekerja sepanjang malam guna menyelamatkan diplomasi yang menghadapi tantangan serius setelah Trump mengeluarkan ancaman di media sosial.

Wakil Presiden AS, JD Vance, beserta timnya terlibat dalam perbincangan yang difokuskan pada klarifikasi posisi Iran terkait Selat Hormuz. Pertemuan ini berlangsung di Hotel Bürgenstock, Swiss, dengan harapan membangun mekanisme yang dapat menjaga jalur pelayaran tetap terbuka. Selain itu, kedua pihak juga mendiskusikan penegakan gencatan senjata di Lebanon selatan serta elemen-elemen penting dalam kesepakatan nuklir.

Namun, situasi tersebut diwarnai ancaman dari Trump, yang mengatakan bahwa AS akan “memukul Iran dengan sangat keras lagi” jika negara tersebut tidak mengendalikan kelompok Hezbollah. Ia bahkan memeringatkan delegasi Iran bahwa mereka mungkin tidak bisa pulang ke tanah air jika tidak membuka Selat Hormuz. Pernyataan tersebut menuai reaksi keras dari pihak Iran, yang menunjukkan keengganan untuk melanjutkan perundingan.

Kepala delegasi Iran, Mohammed Ghalibaf, menyatakan bahwa AS seharusnya lebih berhati-hati dalam merumuskan pernyataan. Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran siap memberikan respons yang berbeda jika diperlukan. Meski negosiasi terhenti sementara waktu, sumber dari Iran mengonfirmasi bahwa dialog melalui jalur belakang terus diupayakan untuk mengembalikan semua pihak ke meja perundingan. Otoritas mediator dari Pakistan pun sedang berusaha mendorong Iran untuk melanjutkan pembicaraan, mirip dengan upaya sukses mereka sebelumnya pada bulan April lalu.

Baca Juga  Aplikasi Catatan Terbaik untuk Mempermudah Hidup Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *