Mentan Desak Penyelesaian Kasus Penyelundupan Bawang-Cabai Kalbar

[original_title]

Jackiecilley.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya pengusutan menyeluruh terhadap penyelundupan bawang bombai dan cabai kering ilegal di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Sabtu, ia meminta agar Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri menyelidiki hingga ke akar pasokan ilegal ini, yang dinilai merupakan jaringan besar dan bukan sekadar kasus kecil.

Amran mengapresiasi tindakan tegas Satgas Pangan yang berhasil menggagalkan penyelundupan komoditas pangan ilegal seberat 23,1 ton. Ia menjelaskan bahwa penindakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi petani dan menjaga harga pangan nasional agar tetap stabil. “Ini adalah langkah konkret negara dalam melindungi petani dari praktik curang yang merusak harga dan tata niaga,” ujarnya.

Pengusutan terhadap aktor penyelundupan jangan berhenti pada pelaku yang tertangkap di lapangan, tetapi harus membongkar jaringan yang lebih besar. Penindakan tersebut dilakukan pada 13 April di dua lokasi di Pontianak, di mana aparat keamanan menyita berbagai jenis bawang dan cabai, termasuk 2,1 ton bawang merah asal Thailand, 9,1 ton bawang putih asal China, serta cabai kering asal China seberat 2,2 ton.

Mentan Amran juga menekankan bahwa kasus di Pontianak merupakan bagian dari praktik lebih luas yang berulang di seluruh Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir, upaya penegakan hukum telah mencegah penyelundupan besar-besaran lainnya, termasuk 133,5 ton bawang bombai ilegal di Semarang dan 250 ton beras ilegal di Sabang. Ia menegaskan bahwa pola ini menunjukkan adanya mafia pangan terorganisir dengan kekuatan besar di belakangnya, yang harus diberantas untuk melindungi pasar dan petani lokal.

Baca Juga  Pemprov Jateng Subsidi Cabai untuk Cegah Lonjakan Harga Pangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *