Indonesia Hadapi Krisis Perokok Baru, 5 Juta Anak Terpapar

[original_title]

Jackiecilley.com – Indonesia menghadapi keadaan darurat perokok pemula, dengan data menunjukkan bahwa lebih dari 5 juta anak berusia 10 hingga 18 tahun kini menjadi perokok aktif. Kepala Badan POM, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa prevalensi merokok di kalangan remaja mencapai 7,4%. Peningkatan drastis ini juga dipengaruhi oleh popularitas rokok elektronik, yang didorong oleh narasi harm reduction dari industri terkait.

Ikrar menegaskan bahwa meskipun banyak yang beranggapan rokok elektronik lebih aman dibandingkan rokok tradisional, tidak ada bukti konklusif yang mendukung klaim tersebut. Rokok elektronik tetap mengandung nikotin dan zat berbahaya lainnya yang dapat memicu ketergantungan. Penggunaan alat tersebut juga sering disalahgunakan untuk mengkonsumsi zat adiktif baru dan berbahaya lainnya.

Badan POM berusaha mengatasi masalah ini dengan menerbitkan regulasi baru, termasuk Peraturan BPOM tentang pengawasan produk tembakau dan rokok elektronik. Sebuah pilot project juga dilaksanakan di beberapa wilayah untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan, terutama dalam melindungi anak dan remaja.

Untuk mendukung pengawasan yang lebih efektif, Badan POM mengembangkan aplikasi berbasis web, BPOM-WATCH, yang bertujuan memperkuat pemantauan kepatuhan pelaku usaha. Pemerintah juga melakukan langkah-langkah standar untuk membatasi kadar nikotin serta meningkatkan kolaborasi lintas sektor dalam kebijakan kesehatan publik.

Di sisi lain, Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN, Supiyanto, mencatat penyalahgunaan narkotika melalui vape telah menjadi masalah besar yang menyasar generasi muda. Dia menekankan perlunya larangan total terhadap peredaran vape. Sementara akademisi, Ni Made Dian Kurniasari, melihat perlu adanya regulasi yang lebih ketat terhadap iklan dan penjualan rokok elektronik untuk mengurangi daya tariknya bagi remaja.

Baca Juga  Indonesia Selenggarakan Turnamen Trickshot Bergengsi Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *