Jackiecilley.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan pentingnya penguatan diplomasi ekonomi untuk meningkatkan investasi dan perdagangan nasional di tengah tantangan ekonomi global. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, dalam acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta yang menghadirkan Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai pembicara utama, pada Jumat.
Anindya menekankan bahwa diplomasi ekonomi merupakan alat krusial dalam memperkuat posisi Indonesia secara global. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan sektor swasta dalam diplomasi ekonomi pemerintah kini semakin terbuka di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Anindya menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam upaya meningkatkan kepentingan ekonomi nasional sangatlah signifikan.
Contoh nyata dari kolaborasi ini adalah kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis, di mana Kadin turut berpartisipasi dalam agenda bisnis. Dalam kunjungan tersebut, dibentuk France-Indonesia High Level Business Council, yang bertujuan untuk menjalin hubungan jangka panjang antara pelaku usaha kedua negara. Hasil dari pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bisnis baru bernilai 3,5 miliar dolar AS, ditambah komitmen investasi sebelumnya sebesar 11 miliar dolar AS.
Sugiono sendiri menyatakan bahwa diplomasi ekonomi adalah bagian integral dari upaya pemerintah dalam melindungi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia menegaskan pentingnya kerja sama yang saling menghormati dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.
Keberhasilan diplomasi ini mencerminkan tingginya minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia, menandakan adanya kepercayaan internasional terhadap prospek ekonomi nasional di masa depan.