Sidang Pertama Ungkap Dendam Geng 30 Tahun Pasca-Pembunuhan Tupac

[original_title]

Jackiecilley.com – Persidangan kasus pembunuhan rapper terkenal Tupac Shakur resmi dimulai setelah hampir tiga dekade, minggu ini di Las Vegas. Jaksa penuntut mengungkap bahwa pembunuhan yang terjadi pada 1996 merupakan hasil dari aksi balas dendam antar-geng yang diperintahkan oleh Duane “Keffe D” Davis, mantan pimpinan geng South Side Compton Crips. Motifnya berakar dari pemukulan keponakannya oleh kelompok rival sebelum kejadian tersebut.

Jaksa Binu Pilal menjelaskan bahwa pada 7 September 1996, Tupac terlibat dalam pemukulan keponakan Davis, Orlando Anderson, yang mempermalukan Davis. “Dua setengah jam kemudian, Tupac tewas ditembak dari sebuah mobil Cadillac putih sebagai bentuk balas dendam,” ungkap Pilal di hadapan juri. Meskipun Davis tidak menarik pelatuk langsung, ia dituduh memberikan senjata api kepada seseorang di kursi belakang dan menginstruksikan mereka untuk menembak Tupac.

Tupac dan CEO Death Row Records, Marion “Suge” Knight, saat itu sedang berada di Las Vegas untuk menyaksikan pertandingan tinju Mike Tyson. Kejadian itu terjadi di malam hari ketika kedua mobil sejajar sebelum penembakan dilakukan. Setelah bertahun-tahun penyelidikan yang mandek, kasus ini kembali mencuat setelah publikasi memoar Davis pada 2019 yang mengonfirmasi keterlibatannya.

Davis, yang kini berusia 63 tahun, membantah tuduhan yang dikenakan padanya. Jika terbukti bersalah, ia dapat menghadapi hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Pengacaranya, Michael Sanft, berargumen bahwa jaksa tidak memiliki bukti yang cukup dan menilai klaim dalam buku tersebut sebagai fiksi untuk meningkatkan penjualan. Sidang ini menjadi titik penting dalam upaya menuntut pertanggungjawaban atas tragedi yang menggemparkan industri musik dan masyarakat luas.

Baca Juga  Pejabat BEI dan OJK Mundur, Banggar DPR: Tak Cukup Hanya Itu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *