PRESIDEN DENGAR MASUKAN AKADEMISI TENTANG PENGELOLAAN GAMBUT

[original_title]

Jackiecilley.com – Kebijakan pengelolaan lahan gambut dan mangrove di Indonesia mendapatkan perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto, yang mendengarkan saran dari para ilmuwan dan akademisi. Menteri Kehutanan Raja Antoni menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan penelitian dan data yang dikumpulkan oleh para ahli.

Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungan Menhut ke Rumah Runding Restorasi Gambut dan Mangrove di Bengkalis, Riau. Menurutnya, Presiden Prabowo berkomitmen untuk membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) sebagai langkah strategis untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Raja Antoni menjelaskan bahwa masukan dari para ilmuwan sangat penting dan diharapkan dapat memperkuat pengelolaan gambut dan mangrove di Indonesia. Melalui pengelolaan yang lebih serius, pemerintah mengharapkan mampu mengatasi masalah terkait kebakaran hutan yang kerap terjadi.

Sebagai tindak lanjut, Menhut mengungkapkan rencana untuk menggelar workshop yang melibatkan 22 pakar untuk merumuskan struktur dan prosedur kerja BPGMN. Pembahasan tersebut akan mencakup standar operasional prosedur serta mandat lembaga, dengan melibatkan pemangku kebijakan dari berbagai kementerian dan pemerintah daerah.

Hasil dari lokakarya ini akan menjadi bahan untuk menyusun draft Peraturan Presiden mengenai lembaga baru tersebut. Dengan langkah ini, diharapkan pengelolaan lahan gambut dan mangrove dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran, demi keberlanjutan lingkungan dan pencegahan karhutla di Indonesia.

Baca Juga  PHE Kunci Ketahanan Energi, Produksi Minyak Mencapai 1 Juta Barel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *