Rupiah Tertekan Akibat Ketegangan Hubungan AS dan Iran

[original_title]

Jackiecilley.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan Senin, dengan penurunan sebesar 29 poin atau 0,16 persen menjadi Rp17.722 per dolar AS. Sebelumnya, nilai tukar berada di level Rp17.693. Analis mata uang dan Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menyatakan bahwa penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada Minggu, 30 Agustus 2026, pasukan AS melakukan serangan terhadap dua peluncur rudal di Pulau Larak, Iran, yang berlokasi di Selat Hormuz. Ini adalah serangan pertama AS terhadap Iran sejak akhir Juli. Menanggapi serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan terhadap dua pangkalan udara AS di Yordania, sebagaimana dilaporkan oleh media Iran. Situasi ini semakin memperumit negosiasi untuk mengakhiri konflik, sementara upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan minyak global, terhambat.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pidato Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam Simposium Jackson Hole, yang menekankan perlunya stabilitas harga. Fokus ini menyebabkan pasar berspekulasi kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan September mendatang, guna mengembalikan inflasi ke target 2 persen. Warsh menambahkan bahwa saat ini sulit untuk menyebut kondisi keuangan sebagai restriktif, meski masih ada sedikit tanda pengetatan dalam pasar kredit.

Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dikeluarkan Bank Indonesia juga menunjukkan pelemahan, bergerak ke level Rp17.746 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.703. Dengan perkembangan ini, pelaku pasar akan terus memantau situasi geopolitik dan kebijakan moneter yang dapat mempengaruhi pergerakan rupiah ke depan.

Baca Juga  Prabowo Optimalkan Industri Tekstil dan Chip dalam Rapat Minggu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *