Jackiecilley.com – Arab Saudi tengah bersiap untuk melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap kelompok Houthi, didukung oleh Turki dan Mesir. Hal ini diungkapkan oleh Nawaf Obaid, peneliti senior di King’s College London, yang menyatakan bahwa Riyadh tidak seisolasi yang diperkirakan banyak pihak. Obaid menjelaskan bahwa terdapat koalisi yang tengah bersatu untuk menghadapi ancaman Houthi, dengan sebuah respons militer yang terkoordinasi dipastikan akan dilaksanakan.
Obaid menerangkan bahwa aksi tersebut akan berlangsung secara bertahap dan melibatkan operasi di darat, laut, dan udara. Dalam persiapan ini, beberapa negara telah mulai memindahkan sistem persenjataan ke Arab Saudi serta mengerahkan jet tempur di Laut Merah. Turki diidentifikasi sebagai pemain utama dalam kolaborasi ini, sedangkan Mesir berpotensi berperan sebagai mitra operasional.
Selain itu, penempatan pasukan tambahan di sepanjang perbatasan Saudi-Yaman menunjukkan kesiapan Arab Saudi akan skenario taktis yang lebih luas. Obaid menekankan bahwa meskipun tampak sendirian, situasi di lapangan sebenarnya jauh lebih kompleks, dengan dukungan dari negara-negara sekutu yang merespons terhadap serangan Houthi.
Lebih lanjut, Obaid yang merupakan mantan penasihat pemerintah Saudi menyatakan bahwa Arab Saudi memfokuskan permintaan bantuan kepada Amerika Serikat pada aspek intelijen dan dukungan penargetan. Ia juga memperingatkan bahwa kampanye militer seperti ini, apabila tidak terkelola dengan baik, dapat dengan mudah meluas dan kehilangan kendali. Sementara itu, masyarakat internasional terus mengamati perkembangan situasi ini, mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas regional.