Ratko Mladic: Komandan Militer Brutal yang Pemimpin Genosida Bosnia

[original_title]

Jackiecilley.com – Jenazah Ratko Mladić, mantan komandan pasukan Serbia yang dihukum seumur hidup atas kejahatan perang, dimakamkan secara militer pada Senin lalu di Beograd. Kematian Mladić, yang terjadi pada 27 Agustus di Den Haag saat menjalani hukuman, memicu kontroversi di tengah peringatan Uni Eropa agar publik tidak menghormati sosok yang dinyatakan bersalah atas genosida di Bosnia.

Ribuan pelayat tiba di Gereja St. Lukas untuk memberikan penghormatan kepada Mladić, yang masih dianggap pahlawan oleh sebagian orang Serbia. Di atas peti matinya, terdapat topi militer dan pedang, sementara upacara dipimpin oleh Patriark Porfirije dari Gereja Ortodoks Serbia. Dalam sambutannya, Milan Dobric, salah seorang pelayat dari Kosovo, menekankan bahwa Mladić telah mendedikasikan hidupnya untuk rakyat Serbia, yang tercermin dalam kehadiran banyak orang untuk memberikan penghormatan.

Meskipun upacara pemakaman diatur oleh keluarga, pemerintah Serbia turut berpartisipasi dengan mengirimkan pesawat untuk membawa jenazahnya. Para tentara kemudian mengusung peti mati yang dibalut bendera nasional. Sebelumnya, sebuah peringatan militer telah dilaksanakan, menambah nuansa resmi dalam pemakaman yang dianggap sebagai “luapan emosi” oleh Presiden Aleksandar Vucic, yang menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan soal izin pemerintah.

Mladić, yang berusia 84 tahun, dikenang atas perannya selama perang Bosnia antara 1992 hingga 1995, yang menyebabkan lebih dari 100.000 kematian, terutama di kalangan warga Muslim. Kontroversi mengenai pemakamannya mencerminkan perpecahan yang masih ada di masyarakat Serbia mengenai warisan dan peristiwa sejarah tersebut.

Baca Juga  Faiq Bolkiah: Keponakan Sultan Brunei, Pesepakbola Terkaya Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *