Jackiecilley.com – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, Heru Hermawanto, mendorong partisipasi organisasi perangkat daerah (OPD) dalam pembangunan berkelanjutan melalui program “Clean Investment Accelerator”. Dalam acara daring pada Kamis lalu, Heru menyampaikan pentingnya investasi yang ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya pembangunan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Dia mengungkapkan bahwa selama ini fokus pembangunan sering kali mengabaikan aspek lingkungan. Oleh karena itu, investasi hijau dinilai krusial untuk menyokong pembangunan berkelanjutan. “Kami mengajak semua pihak untuk menyadari pentingnya keberlanjutan dan berkontribusi dalam investasi yang progresif,” ujarnya.
Budya Pryanto Putra, Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP DKI Jakarta, menambahkan bahwa realisasi investasi hijau di Jakarta dari tahun 2020 hingga 2024 masih tergolong rendah. Menurut data OJK, hanya 3,23 persen dari total investasi yang teridentifikasi sebagai investasi hijau, dan angka ini menunjukkan fluktuasi dari 0,01 persen di tahun 2020 menjadi 7 persen di tahun 2022, tetapi kembali turun di tahun 2023.
Lebih jauh, laporan dari International Finance Corporation (IFC) pada 2018 memperlihatkan potensi investasi hijau di Jakarta mencapai 30 miliar dolar AS hingga tahun 2030. Rincian investasi tersebut meliputi bangunan ramah lingkungan, transportasi umum, energi terbarukan, hingga kendaraan listrik.
Budya menyatakan bahwa berdasarkan kajian bersama Bappeda, Jakarta memiliki potensi alokasi investasi hijau hingga Rp500 triliun dari proyek infrastruktur dan non-infrastruktur. Peningkatan kesadaran akan pentingnya investasi ramah lingkungan diharapkan dapat mendorong upaya bersama untuk mencapai keberlanjutan dalam pembangunan di ibu kota.