Jackiecilley.com – Taktik perang Houthi di Yaman terinspirasi dari Iran, berfungsi sebagai alat bagi kepentingan regional Teheran. Hal ini diungkapkan oleh analis pertahanan, Alexandru Hudisteanu. Menurutnya, Houthi adalah salah satu proksi Iran yang memiliki kebebasan dalam mengambil tindakan, meskipun tetap mendapatkan dukungan, termasuk teknologi militer seperti rudal dan drone.
Dalam analisisnya, Hudisteanu menjelaskan bahwa Houthi telah menjadi prototipe dalam perang drone yang diadopsi oleh Iran. Penggunaan taktik serupa terlihat di Selat Hormuz yang berfungsi sebagai saluran vital ekspor minyak, dan juga di Selat Bab al-Mandeb, di mana Houthi beroperasi untuk menggagalkan ekspor minyak Arab Saudi. Dalam seminggu terakhir, Houthi telah menargetkan infrastruktur penting di Arab Saudi, termasuk pipa Timur-Barat, yang menunjukkan adanya sinergi antara Iran dan Houthi.
Aktivitas militer Houthi menyebabkan sirene peringatan serangan rudal dan pesawat nirawak terdengar di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, serta area lainnya di kerajaan tersebut. Serangan ini merupakan respons terhadap agresi yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Saudi dan blokade yang terus berlangsung terhadap Yaman.
Kondisi ini menambah ketegangan di kawasan, dengan potensi dampak yang lebih luas terhadap stabilitas dan keamanan regional. Hudisteanu menyimpulkan bahwa taktik Houthi tidak hanya berdampak pada Yaman, tetapi juga memiliki konsekuensi bagi pelayaran global dan keamanan energi.