Jackiecilley.com – Pengembangan industri pengolahan buah tropis di Indonesia mendapat perhatian dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan peran industri kecil menengah (IKM) dalam program hilirisasi industri nasional. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam komoditas buah tropis yang bisa dikembangkan menjadi produk olahan modern untuk menambah nilai jual di pasar domestik dan ekspor.
Dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Agus menekankan bahwa negara ini merupakan salah satu penghasil buah tropis terbesar di dunia. Beragam jenis buah seperti pisang, durian, jeruk, dan mangga memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang lebih bernilai, sekaligus memperluas pasar ekspor. “Kita tidak hanya harus mengekspor buah segar, tetapi juga bisa memperoleh keuntungan dari produk olahan buah,” ujarnya.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik, produksi pisang nasional pada tahun 2024 diproyeksikan mencapai 9,26 juta ton. Provinsi yang mendominasi produksi adalah Jawa Timur, Lampung, dan Jawa Barat. Nilai ekspor pisang diperkirakan mencapai 10,52 juta dolar AS, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, produksi mangga dan nanas juga menunjukkan potensi yang besar, dengan masing-masing nilai ekspor mencapai 1,75 juta dolar AS dan 316,1 juta dolar AS.
Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) juga aktif memberikan pembinaan kepada pelaku IKM. Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menegaskan bahwa industri olahan buah memiliki prospek menjanjikan, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan konsumsi pangan sehat. IKM pangan telah memberikan kontribusi besar terhadap struktur industri nasional, dengan sekitar 46,63 persen bergerak di sektor pangan.