Jackiecilley.com – Iran menolak proposal yang diajukan Prancis mengenai kerja sama dalam pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Dalam pernyataannya pada Senin (29/6), Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa kegiatan pembersihan ranjau tersebut akan sepenuhnya dilakukan oleh Iran, tanpa keterlibatan pihak asing.
Gharibabadi menyatakan bahwa situasi di Selat Hormuz masih sensitif dan kompleks, sehingga Iran tidak mengizinkan pengaturan paralel atau intervensi dari negara lain. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan bahwa Prancis dan Oman akan bekerja sama dalam usaha pembersihan ranjau di kawasan strategis tersebut.
Rencana Macron disampaikan setelah pembicaraan bilateral dengan Sultan Oman, Haitham bin Tariq, dalam kunjungan resminya ke Paris. Pembersihan ranjau ini bertujuan untuk mengamankan jalur maritim dan memastikan kelancaran pelayaran melalui Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pelayaran minyak dan gas alam paling penting di dunia.
Iran, yang merupakan negara pantai di Selat Hormuz, telah berulang kali mengedepankan haknya dalam mengelola operasi navigasi dan pembersihan ranjau di wilayah tersebut. Ketetapan ini diatur berdasarkan Pasal 5 nota kesepahaman yang ditandatangani secara daring oleh Teheran dan Washington pada 18 Juni lalu, yang menegaskan pemulihan transit maritim serta mekanisme navigasi sementara di Selat tersebut.
Tetap menjadi pusat ketegangan sejak meningkatnya konflik antara AS, Israel, dan Iran, Selat Hormuz terus menarik perhatian dunia internasional.