Investasi NTB Mencapai Rp33,73 Triliun di Semester I 2026

[original_title]

Jackiecilley.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengumumkan bahwa realisasi investasi di wilayah tersebut pada semester pertama tahun 2026 mencapai Rp33,73 triliun. Angka ini setara dengan 51,26 persen dari target investasi tahunan yang ditetapkan sebesar Rp64 triliun oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Kepala Dinas DPMPTSP NTB, Irnadi Kusuma, menjelaskan bahwa capaian tahun ini menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada semester pertama 2025, realisasi investasi hanya mencapai kurang dari 25 persen dari target, sementara tahun ini sudah melewati setengah dari target yang lebih tinggi. Konferensi pers di Mataram juga dihadiri oleh Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal.

Realisasi investasi semester ini terdiri dari Rp18,07 triliun pada triwulan pertama dan Rp15,17 triliun di triwulan kedua. Irnadi menegaskan bahwa hal ini mencerminkan iklim investasi yang kondusif dan pertumbuhan ekonomi yang stabil di NTB. Pertumbuhan investasi tersebut didorong oleh sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta sektor non-UMKM.

Dalam triwulan kedua, total investasi non-UMKM mencapai Rp13,86 triliun, dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sebesar Rp12,12 triliun, dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,74 triliun. Beberapa negara asal investasi terbesar termasuk Spanyol dan Australia.

Irnadi menambahkan bahwa investasi UMKM juga mengalami peningkatan, dengan realisasi mencapai Rp496,67 miliar. Pemerintah menargetkan realisasi investasi dari sektor ini meningkat hingga Rp1 triliun pada akhir tahun 2026. DPMPTSP berkomitmen untuk mempermudah proses berusaha dan mendukung pertumbuhan UMKM sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan iklim investasi di NTB.

Baca Juga  IIF Tingkatkan Inovasi Pembiayaan untuk Mobilisasi Modal Swasta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *