KKP Tingkatkan Mutu Produk Perikanan dari Hulu ke Hilir

[original_title]

Jackiecilley.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang memperkuat sistem jaminan mutu produk perikanan untuk memastikan keamanan pangan serta meningkatkan daya saing komoditas perikanan Indonesia di pasar global. Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha Donny Oktapura, menjelaskan bahwa penguatan mutu produk merupakan langkah krusial bagi keberlanjutan pangan baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor.

Dalam pernyataannya saat kunjungan kerja khusus Komisi IV DPR-RI di Bali, Donny mengungkapkan bahwa fokus global kini bukan hanya pada kuantitas pangan, melainkan juga pada keamanan dan mutu. Oleh karena itu, sistem jaminan mutu harus dimulai sejak proses produksi hingga pengolahan.

KKP memiliki 46 balai yang berfungsi mendukung penjaminan mutu di seluruh Indonesia, dengan target untuk memperluas hadirnya balai tersebut di 38 provinsi. Donny menegaskan bahwa melalui penguatan mutu, nilai ekspor produk perikanan Indonesia mengalami pertumbuhan tahunan sekitar 6,6 persen, dengan komoditas utama seperti tuna, layur, dan udang.

Keseluruhan sistem juga mencakup digitalisasi layanan sertifikasi untuk meningkatkan efisiensi dan memenuhi standar negara tujuan ekspor. Langkah ini tidak hanya mendukung konsumsi domestik, tetapi juga meningkatkan devisa negara.

Bali menjadi perhatian khusus KKP, karena merupakan pusat hilirisasi perikanan, terutama tuna yang signifikan dalam kontribusi ekspor nasional. KKP merencanakan pengembangan peta jalan penjaminan mutu hingga 2027 dengan fokus pada infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, dan digitalisasi pelayanan.

KKP berharap sistem ini dapat memastikan kebertelusuran produk perikanan, sehingga mampu memenuhi syarat pasar internasional dan memperluas akses ke rantai pasok global.

Baca Juga  Wamenko Pangan Ajak Jawa Timur Bersatu Untuk Kemandirian Susu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *