Jackiecilley.com – Indonesia dan China baru saja menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) yang memiliki nilai total sekitar 2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp36 triliun di Jakarta. Peristiwa tersebut berlangsung pada Kamis dalam agenda Indonesia-China Partnership Forum, yang ditandai dengan berbagai kerja sama strategis.
Duta Besar Republik Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama dari MoU tersebut adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) agrivoltaik dengan kapasitas 300 megawatt (MW) yang akan berlokasi di Sumatera Utara. Proyek ini diharapkan menjadi salah satu upaya terbesar dalam mengembangkan energi hijau di provinsi tersebut, dengan nilai investasi mencapai sekitar 1,35 miliar dolar AS.
Selain proyek energi, kerja sama juga mencakup sektor industri makanan dan minuman. PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk sepakat untuk berkolaborasi dengan Guangxi G. Taste Food Co., Ltd dalam bidang ini. Selain itu, MoU juga ditandatangani antara PT Telkom Properti Indonesia dan PT CNEC Engineering Indonesia, menunjukkan spektrum luas kolaborasi antara kedua negara.
Dalam sambutannya di forum tersebut, Djauhari menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk memperbaiki iklim investasi melalui penyederhanaan prosedur perizinan dan meningkatkan ekosistem usaha. Dia menekankan bahwa pemerintah membuka lebar peluang bagi investasi yang berkualitas, yang dapat membawa teknologi baru, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Dengan penandatanganan MoU ini, diharapkan kerja sama antara Indonesia dan China dapat semakin menguatkan hubungan ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.