IHSG Naik ke 7.377 Meski Rupiah Tertekan dan Net Sell Asing

[original_title]

Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif dengan penguatan sekitar 0,40% pada perdagangan hari Jumat, 10 April 2026, mencapai level 7.377,63. Ini melanjutkan kenaikan dari hari sebelumnya, yang ditutup di posisi 7.307. Meskipun ada peningkatan, pasar modal Indonesia masih menghadapi ketidakstabilan karena rendahnya kepercayaan investor asing terhadap aset domestik, dengan data menunjukkan aksi jual bersih yang signifikan mencapai Rp1,8 triliun.

Nilai tukar mata uang Rupiah juga menciptakan tekanan lebih pada pasar keuangan, dengan nilai mendekati Rp17.100 per dolar Amerika Serikat. Kondisi ini dinilai memengaruhi kepercayaan investor, menyusul banyaknya isu global yang memengaruhi sentimen pasar.

Rully Arya Wisnubroto, Kepala Riset dan Ekonom di Mirae Asset, mengungkapkan bahwa penguatan IHSG saat ini bersifat rapuh dan rentan terhadap koreksi. “Kepercayaan asing terhadap aset Indonesia belum sepenuhnya pulih, dan posisi indeks sangat bergantung pada dinamika global seperti konflik AS-Iran dan fluktuasi harga minyak,” terang Rully.

Selain tantangan dari luar, faktor domestik juga berperan dalam memperlambat optimisme pasar, termasuk stabilitas nilai tukar dan prospek pertumbuhan ekonomi global yang melambat. Investor diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi pasar yang volatile, di mana ketergantungan indeks pada isu geopolitik global sangat tinggi.

Dalam situasi ini, perhatian investor diarahkan pada potensi dampak dari sentimen global dan langkah-langkah bank sentral terkait suku bunga yang terbatas dalam memfasilitasi pertumbuhan.

Baca Juga  Polri Tegaskan Tindakan Terukur Atasi Aksi Anarkis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *