Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan signifikan pada Senin, dibuka dengan kenaikan 62,77 poin atau 0,76 persen menuju posisi 8.334,54. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap kebijakan tarif di Amerika Serikat (AS).
Hasil analisis dari Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menunjukkan bahwa IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang 8.250 hingga 8.380 selama pekan ini. “Ada peluang bagi IHSG untuk menyentuh level 8.400 jika berhasil ditutup di atas 8.350,” tambahnya.
Pelaku pasar dalam negeri juga memberikan perhatian khusus terhadap langkah Pemerintah Indonesia setelah pembatalan tarif resiprokal oleh AS. Indonesia baru-baru ini menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS, meski perjanjian tersebut belum berlaku efektif dan masih menunggu proses ratifikasi di DPR. Ratna berpendapat bahwa perkembangan ini berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik.
Di sisi lain, terdapat kewajiban baru bagi 267 emiten untuk meningkatkan free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen, yang juga akan mempengaruhi pasar. Dari luar negeri, keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif resiprokal era Donald Trump memberikan sinyal positif kepada investor, meskipun masih ada ketidakpastian mengenai pengembalian dana tarif yang sudah dibayarkan.
Sementara itu, bursa saham Eropa dan AS menguat pada Jumat sebelumnya, menunjukkan tren optimis yang dapat berlanjut di pasar Asia. Namun, beberapa indeks saham di Asia terlihat berfluktuasi, dengan indeks Nikkei dan Shanghai mengalami penurunan, sementara Hang Seng dan Straits Times mencatatkan kenaikan.