Jackiecilley.com – Kesehatan mental anak dan remaja sangat dipengaruhi oleh pola pengasuhan, serta stres dari lingkungan keluarga dan sekolah. Hal ini disampaikan oleh Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yuniarto, dalam sebuah webinar yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (21/7). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua terhadap masalah kesehatan mental yang sering kali sulit terdeteksi pada usia dini.
Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kesehatan mental anak, antara lain pola pengasuhan yang ketat. IDAI mengingatkan bahwa perilaku orang tua yang menetapkan target berlebihan dapat menciptakan tekanan pada anak. Oleh karena itu, metode asah, asih, dan asuh dianjurkan untuk membangun lingkungan yang hangat dan penuh kasih sayang.
Selain itu, ketidakharmonisan dalam keluarga menjadi pemicu signifikan bagi stres anak, yang berpotensi mengganggu stabilitas emosionalnya. Lingkungan sekolah juga berperan penting; tidak hanya tempat belajar, tetapi juga sumber tekanan akademik dan dinamika sosial, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan mental siswa.
Perundungan merupakan salah satu masalah yang perlu dicermati, seperti yang disoroti dr. Angga Wirahmadi dari IDAI, yang menyebutkan kasus seorang siswa di Padang yang mengalami perundungan hingga memberanikan diri merakit bom. Fenomena ini menunjukkan betapa fatalnya dampak kasus perundungan terhadap kesehatan mental anak.
Selain lingkungan keluarga dan sekolah, pengaruh teman sebaya, penggunaan media sosial, dan gaya hidup tidak sehat juga merupakan faktor yang memerlukan perhatian. IDAI mengingatkan bahwa fase remaja adalah waktu kritis di mana risiko masalah kesehatan fisik dan mental dapat meningkat. Oleh karena itu, peran serta orang tua sebagai pendengar dan pelindung sangat dibutuhkan untuk mencegah dampak negatif di masa depan.