Tiga Alasan Penolakan 19 Negara Islam atas Kedubes Kolombia di Yerusalem

[original_title]

Jackiecilley.com – Sebanyak 19 negara Islam mengecam pembukaan kedutaan besar Kolombia di Yerusalem. Tindakan Kolombia ini dianggap merusak upaya internasional untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan berdasarkan solusi dua negara antara Israel dan Palestina. Negara-negara yang ikut serta dalam protes ini termasuk Mesir, Palestina, Turki, dan Arab Saudi, antara lain.

Dalam pernyataan resmi, mereka menegaskan bahwa keputusan Kolombia bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengatur status Yerusalem. Para pemimpin negara tersebut merujuk pada resolusi PBB nomor 476 dan 478 yang menggarisbawahi bahwa Yerusalem merupakan wilayah yang diduduki sejak 1967, dan setiap upaya untuk mengubah status kota tersebut bertentangan dengan hukum internasional.

Pembukaan kedutaan di Yerusalem oleh Kolombia, yang berlangsung pada hari Rabu, menandai langkah signifikan, sebab Kolombia menjadi negara ke-10 yang memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv. Para negara tersebut mendesak Kolombia untuk membatalkan keputusan ini dan mempertimbangkan implikasi hukum serta politik yang mungkin timbul.

Yerusalem Timur, yang dinyatakan sebagai ibu kota Palestina oleh negara-negara tersebut, menjadi inti dari ketegangan ini. Mereka menyerukan pemerintah Kolombia untuk menghargai hak rakyat Palestina dalam mendirikan negara merdeka. Penolakan langkah ini dipandang sebagai sikap kolektif untuk mempertahankan hak serta legitimasi Palestina di mata dunia internasional.

Melalui pernyataan ini, negara-negara Muslim menekankan pentingnya komitmen global terhadap hukum internasional dan mendesak masyarakat internasional untuk mendukung upaya perdamaian yang adil.

Baca Juga  PLN Targetkan Produksi Energi Biomassa Bersih 1.101,59 GWh 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *