SKP Timika Evaluasi Pendekatan Keamanan di Intan Jaya

[original_title]

Jackiecilley.com – Keuskupan Timika menyoroti perlunya evaluasi pendekatan keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, berkaitan dengan meningkatnya korban sipil akibat konflik bersenjata antara TNI-Polri dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB). Saul Paulo Wanimbo, Ketua SKP Keuskupan Timika, menyatakan keprihatinannya dan menyerukan kepada pemerintah untuk mengambil langkah-langkah konkret.

Dalam keterangan pers yang disampaikan pada Senin, Wanimbo mengemukakan lima rekomendasi, termasuk evaluasi kebijakan pengerahan pasukan nonorganik dan pembentukan tim investigasi independen oleh Komnas HAM. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan masyarakat sipil yang terancam.

Laporan dari masyarakat menunjukkan eskalasi konflik yang signifikan, terutama antara Juni hingga awal Juli 2026, yang berakibat pada pengungsian dan kerusakan fasilitas publik. Menurut SKP Keuskupan Timika, sedikitnya sembilan insiden kekerasan tercatat, termasuk penggunaan drone untuk serangan, penangkapan warga, dan penembakan, yang menekankan urgensi situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Salah satu insiden tragis melibatkan seorang ibu hamil yang tewas akibat tembakan saat terjadi kontak senjata. Kejadian tersebut terjadi pada malam tanggal 2 Juli di Distrik Sugapa, menggambarkan seberapa mendesaknya masalah perlindungan masyarakat sipil di tengah konflik.

Wanimbo menegaskan pentingnya proses investigasi yang transparan dan akuntabel agar setiap insiden bisa dipahami dengan jelas, serta mengajak semua pihak untuk menghormati hukum humaniter dan hak asasi manusia. Keuskupan Timika berharap situasi keamanan yang lebih kondusif dapat tercipta melalui dialog dan penyelesaian damai.

Baca Juga  Laba Bersih Modal Ventura Melonjak 150,98 Persen YoY Menurut OJK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *