Jackiecilley.com – PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat berhasil mencatat penurunan durasi gangguan listrik per pelanggan sebesar 12 persen pada semester pertama 2026. Pencapaian ini merupakan hasil dari penguatan sistem kelistrikan dan peningkatan keandalan layanan yang dilakukan oleh perusahaan.
General Manager PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menyatakan bahwa penurunan tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pasokan listrik kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai langkah strategis, seperti penguatan infrastruktur, pemeliharaan jaringan secara berkala, dan peningkatan kesiapsiagaan petugas, telah berhasil diterapkan.
Selain penurunan durasi gangguan, PLN juga mencatat penurunan frekuensi gangguan listrik per pelanggan hingga 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data tersebut menjadi indikator meningkatnya keandalan sistem kelistrikan di wilayah Papua dan Papua Barat.
Roberth menambahkan bahwa System Average Interruption Duration Index (SAIDI), yang menunjukkan rata-rata durasi pemadaman listrik, kini tercatat menjadi 102,37 menit per pelanggan. Angka ini turun drastis dari 116,34 menit pada bulan Mei tahun lalu, sekaligus melampaui target keandalan perusahaan yang mencapai 122,4 menit per pelanggan.
Sementara itu, System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) tercatat mengalami penurunan signifikan menjadi 0,99 kali per pelanggan, jauh di bawah target perseroan sebesar 1,76 kali. Roberth menegaskan bahwa perusahaan akan terus berupaya memperkuat sistem kelistrikan melalui program pemeliharaan preventif dan pengembangan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang terus meningkat.