Jackiecilley.com – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menekankan pentingnya pola pembinaan narapidana yang berfokus pada pemberdayaan. Hal ini disampaikan dalam pertemuan 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada hari Selasa, 12 April. Kongres yang dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dari 44 negara ini bertujuan untuk membahas penguatan sistem probation dan parole atau bimbingan kemasyarakatan di seluruh dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Agus mengungkapkan bahwa pembinaan narapidana yang efektif harus memperhatikan aspek pemberdayaan agar mereka dapat berintegrasi dengan baik dalam masyarakat setelah menjalani masa hukuman. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi angka residivisme dan menjadikan mantan narapidana sebagai anggota masyarakat yang produktif.
Agus juga menegaskan bahwa tantangan dalam pelaksanaan program rehabilitasi harus dihadapi dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Kerjasama yang sinergis diharapkan bisa mendorong kesuksesan program ini, sehingga mampu menciptakan perubahan positif dalam perilaku narapidana.
Kongres ini merupakan platform yang penting untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam sistem penegakan hukum dan rehabilitasi secara global. Dengan mengumpulkan pemangku kepentingan dari berbagai negara, WCPP berkomitmen untuk menciptakan sistem penegakan hukum yang lebih manusiawi dan efektif, serta meningkatkan kesejahteraan sosial.
Acara ini diakhiri dengan harapan bahwa hasil diskusi dapat menjadi acuan bagi kebijakan selanjutnya dalam bidang pemasyarakatan dan rehabilitasi, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemberdayaan bagi narapidana.