Menteri Dody Telepon Presiden Sebelum Penggeledahan Kejati

[original_title]

Jackiecilley.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengkonfirmasi bahwa ia telah meminta izin dari Presiden Prabowo Subianto sebelum penggeledahan dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta di kementeriannya pada Kamis, 9 April. Dalam jumpa pers yang diadakan di Jakarta pada hari berikutnya, Dody menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi memastikan akses yang tanpa batas bagi penyidik di semua ruangan, termasuk ruang kerjanya, untuk menghindari kesan tebang pilih dalam proses hukum.

Dody menekankan pentingnya transparansi dalam penggeledahan ini, yang juga mencakup kekhawatiran penyidik saat memasuki ruang kerja menteri sebagai bagian dari kelompok pembantu Presiden. Presiden Prabowo, meskipun tidak berada di Jakarta, memberikan dukungan penuh atas permintaan tersebut.

“Prosesnya memang agak lama, namun beliau memberikan persetujuan,” ujar Dody. Ia menyatakan bahwa tidak ingin mencampuri proses hukum yang sedang berlangsung dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Kejati DKI Jakarta melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan, termasuk gedung Direktorat Jenderal Cipta Karya dan ruang kerja Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti. Dody mengungkapkan bahwa mayoritas barang yang disita merupakan dokumen termasuk catatan dan hasil audit, serta sebuah unit komputer.

Menteri Dody menegaskan bahwa kementeriannya siap untuk diperiksa dan akan kooperatif dalam memberikan dokumen yang diperlukan untuk mendukung proses penyidikan. Ia menantikan hasil pemeriksaan ini sebagai bagian dari penegakan hukum yang adil dan transparan.

Baca Juga  Gubernur Bertemu Kemendagri Bahas Penguatan Keuangan daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *