Menjaga Rasa di Setiap Tarikan Busur dengan Cermat dan Teliti

[original_title]

Jackiecilley.com – Dalam ajang Asian Para Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, atlet panahan Indonesia, Kholidin, berhasil meraih dua medali, yakni perak dan perunggu. Kholidin, yang sudah berlatih panahan sejak 2016, menghadapi tantangan besar setelah mengalami kecelakaan pada 2017 yang menyebabkan salah satu tangannya diamputasi. Meski demikian, ia tidak mundur dan kembali berlatih menggunakan teknik yang memanfaatkan gigi untuk menarik tali busur.

Pada Jumat pagi, Kholidin berkolaborasi dengan rekan satu timnya, Setiawan, untuk meraih medali perunggu dalam nomor recurve ganda putra. Mereka berhasil mengalahkan pasangan atlet asal Korea Selatan dengan skor telak 6-0. Pada sore harinya, Kholidin juga berlaga di nomor recurve beregu campuran bersama Noviera Ross. Meskipun harus bertarung keras, mereka akhirnya kalah dari pasangan China dengan skor 1-5, tetapi berhasil mengamankan medali perak.

Menjaga kepekaan dalam memanah menjadi kunci bagi Kholidin. Ia mengungkapkan bahwa hanya dalam waktu tiga hari tanpa berlatih, “feel” atau kepekaan yang diperlukan untuk panahan dapat hilang. Oleh karena itu, ia terus berlatih secara konsisten untuk mempertahankan performanya. Kholidin menekankan pentingnya pengulangan gerakan agar ketepatan bidikannya tetap terjaga.

Meski ia juga berpeluang menambah medali pada Sabtu, Kholidin harus puas dengan posisi keempat di nomor recurve individu putra setelah kalah dari wakil China, Yun Duo, dengan skor 2-6. Dengan perolehan satu perak dan satu perunggu, Kholidin berhasil memperbaiki pencapaian dari Asian Para Games sebelumnya di Hangzhou 2022, di mana ia tidak memperoleh medali.

Baca Juga  Sammy Notaslimboy: Komika Harus Memberi Solusi di Panggung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *