Jackiecilley.com – Tren penolakan untuk memiliki anak semakin meningkat di Jepang, seiring dengan berkembangnya minat pada humanisasi hewan peliharaan. Fenomena ini terlihat jelas ketika Shin Ohta, seorang karyawan di Lucky Industries, mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan produk inovatif bagi pemilik hewan peliharaan saat berjalan-jalan dengan anjing pudel mainannya di Ikeda, Prefektur Gifu.
Ohta, yang telah berkarir di industri gendongan bayi selama bertahun-tahun, mulai mempertimbangkan untuk menerapkan keahlian desainnya pada gendongan hewan. Ia kemudian berkolaborasi dengan dokter hewan untuk memastikan keamanan produk tersebut dan meluncurkan lini gendongan untuk anjing bernama Nu-i pada tahun 2022. Peluncuran ini bertepatan dengan meningkatnya kesadaran di kalangan masyarakat akan pentingnya perawatan hewan peliharaan.
Pada awal April 2023, Lucky Industries turut ambil bagian dalam konferensi Interpets di Tokyo, yang menampilkan beragam produk perawatan hewan peliharaan. Selama acara tersebut, pemilik hewan peliharaan terlihat mengangkut hewan kesayangan mereka menggunakan kereta dorong dan gendongan, menunjukkan perubahan pola pikir masyarakat Jepang terhadap hewan peliharaan.
Data menunjukkan bahwa jumlah hewan peliharaan di Jepang kini melebihi jumlah anak-anak di bawah usia 15 tahun, dengan estimasi pasar perawatan hewan peliharaan mencapai 880 miliar yen pada tahun 2025. Hal ini menandakan adanya pergeseran di industri yang sebelumnya didominasi oleh perlengkapan bayi.
Perusahaan-perusahaan yang dulunya fokus pada produk anak-anak kini semakin banyak berinvestasi dalam segmen hewan peliharaan. Unicharm, salah satu peserta di konferensi, menampilkan inovasi popok untuk anjing dan kucing. Ini adalah refleksi dari perubahan sosial dan demografis di Jepang, di mana semakin banyak individu memilih tidak memiliki anak dan mengalihkan perhatian mereka kepada hewan peliharaan sebagai teman.