Jackiecilley.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menuduh Iran telah “bermain-main” dan menertawakan AS selama beberapa dekade terakhir. Dalam pernyataannya, Trump menyatakan bahwa sikap Iran tersebut akan segera dihentikan. Kritikan ini ditujukan tidak hanya kepada pemerintah Iran, tetapi juga kepada para mantan presiden AS, khususnya Barack Obama, yang dituduhnya memberikan dukungan finansial dan politik kepada Teheran.
Pernyataan ini diungkapkan oleh Trump melalui platform Truth Social, di mana ia mengekspresikan rasa frustrasinya mengenai hubungan Iran dengan Amerika. Menurutnya, Iran telah memanfaatkan kesempatan yang ada selama masa kepresidenan Obama, terutama terkait kesepakatan nuklir 2015 yang memberikan keringanan sanksi kepada negara tersebut. Trump mengklaim bahwa kesepakatan itu telah memberikan Iran “kesempatan baru yang besar dan sangat kuat” dengan aliran dana yang signifikan, termasuk pembayaran tunai yang diterbangkan ke Teheran.
Trump menegaskan, “Iran menertawakan negara kita yang kini HEBAT KEMBALI. Mereka tidak akan tertawa lagi!” Pernyataan ini menggambarkan ambisi Trump untuk mengubah pola hubungan internasional dan memperkuat posisi Amerika di panggung global. Dengan nada sinis, ia mengamati bahwa Iran telah mengeksploitasi kelemahan yang ada, terutama yang dinilai terjadi selama pemerintahan Obama.
Melalui pernyataan ini, Trump tampaknya berusaha untuk menarik perhatian terhadap kebijakan luar negeri lawan politiknya, sembari menunjukkan tekadnya untuk memperbaiki citra serta posisi AS di mata dunia. Insiden ini menambah ketegangan dalam hubungan antara AS dan Iran, yang sudah berlangsung lama dan penuh kontroversi.