Jackiecilley.com – Penilaian intelijen Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Iran masih memiliki ribuan rudal balistik, meskipun telah mengalami serangan militer gabungan dari AS dan Israel selama lebih dari 40 hari. Laporan ini menantang klaim resmi yang menyatakan bahwa serangan tersebut telah secara signifikan mengurangi kemampuan militer strategis Iran.
Para pejabat yang terlibat dalam analisis intelijen tersebut menyatakan bahwa Iran memiliki jaringan luas fasilitas penyimpanan bawah tanah yang telah melindungi peluncur rudalnya dari serangan udara. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh The Wall Street Journal, Iran masih menyimpan “ribuan rudal balistik jarak menengah dan pendek yang dapat diluncurkan dari lokasi tersembunyi.”
Penilaian ini berlawanan dengan pernyataan pejabat AS yang menyebut lebih dari setengah peluncur rudal Iran telah “dihancurkan, rusak, atau terperangkap di bawah tanah.” Meskipun demikian, pejabat Israel menginformasikan bahwa selama serangan tersebut, fokus utama mereka adalah menutup terowongan peluncuran, meskipun mengakui bahwa menghancurkan pangkalan itu sendiri telah terbukti sangat sulit.
Skenario ini menegaskan kompleksitas situasi militer di kawasan tersebut, serta tantangan yang dihadapi oleh kekuatan asing dalam menanggulangi ancaman rudal dari Iran. Dengan keberadaan ribuan rudal balistik, posisi militer Iran tetap kuat dan kemungkinan dapat meluncurkan serangan jika diperlukan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun serangan militer telah dilancarkan, efektivitasnya terhadap infrastruktur rudal Iran masih diragukan. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai strategi dan kebijakan yang diambil oleh negara-negara yang terlibat dalam konflik ini.