Investasi Semester I-2026 Mencapai Rp1.010,6 Triliun dengan Hilirisasi

[original_title]

Jackiecilley.com – Pemerintah Indonesia terus mendorong hilirisasi, industrialisasi, dan kemandirian energi sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, mengungkapkan bahwa program hilirisasi menunjukkan hasil yang signifikan, dengan kontribusi yang semakin besar terhadap investasi nasional. Berdasarkan laporan, realisasi investasi pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, meningkat 7,2% dibandingkan tahun lalu, dan berhasil menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.

Kementerian Investasi bersama BKPM menempatkan hilirisasi sebagai kunci untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Salah satu contoh nyata dari pengembangan ini terlihat di Maluku Utara, yang kini menjadi salah satu pusat industri nasional. Wilayah tersebut telah memperluas ekspor produk yang mencakup feronikel, nickel matte, mixed hydroxide precipitate (MHP), nickel sulfate, dan kobalt.

Todotua menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari nilai investasi dan kapasitas produksi, tetapi juga dari dampaknya terhadap tenaga kerja lokal, keterlibatan pelaku usaha daerah, serta keberlanjutan lingkungan. Pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa manfaat investasi dapat dirasakan oleh masyarakat lebih luas, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Baca Juga  KDM Berikan Bantuan Jabar untuk Korban Gempa NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *