IHSG Menguat, Investor Optimis Terhadap Sikap “Dovish” The Fed

[original_title]

Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore menunjukkan penguatan signifikan, menutup perdagangan dengan kenaikan 84,28 poin atau 0,94 persen, sehingga mencapai level 9.032,58. Pergerakan ini didorong oleh harapan pelaku pasar terhadap kebijakan melunakkan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyatakan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju zona 9.070 hingga 9.100, meskipun adanya risiko profit taking menjelang libur panjang. Kenaikan ini juga didukung oleh tren positif harga komoditas, masuknya investasi asing, serta aksi korporasi dari emiten.

Di tingkat global, neraca perdagangan China tercatat surplus 1,19 triliun dolar AS untuk tahun 2025, berkat lonjakan ekspor sebesar 5,5 persen meskipun impor stagnan. China diperkirakan akan mengalihkan fokus ekspornya dari pasar AS ke negara-negara Uni Eropa dan Asia Tenggara untuk menghindari tarif tinggi.

Dalam konteks domestik, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto rencananya akan melanjutkan proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) pada tahun 2026. Proyek ini ditujukan untuk menghasilkan alternatif bagi liquefied petroleum gas (LPG), dengan dukungan dari MIND ID dan PT Pertamina, yang juga akan mengeksplorasi produk energi alternatif lainnya.

IHSG terus bertahan di level positif sepanjang sesi perdagangan hari ini, didukung oleh sepuluh sektor yang mengalami penguatan. Sektor barang konsumen non-primer memimpin kenaikan dengan pertumbuhan 3,08 persen. Hingga penutupan, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3.430.903 transaksi dengan total nilai mencapai Rp29,30 triliun.

Baca Juga  PT Pos Luncurkan Integrasi Operasional dengan Logistik Swasta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *