IHSG Diprediksi Tercatat Antara 7.000-8.000 di Semester II 2026

[original_title]

Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak di kisaran 7.000 hingga 8.000 pada semester II 2026, menurut pengamat pasar modal Elandry Pratama. Proyeksi ini disampaikan dalam sebuah wawancara di Jakarta pada hari Senin, dengan catatan bahwa asumsi tersebut bergantung pada stabilitas kondisi global dan arus modal asing yang terjaga.

Elandry menyatakan bahwa meskipun pasar saham Indonesia memiliki potensi untuk bergerak positif, tingkat volatilitas diperkirakan akan tetap tinggi. Beberapa faktor yang mendukung proyeksi ini adalah penurunan suku bunga global, stabilitas inflasi domestik, dan harapan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, ia memberikan peringatan bahwa pergerakan IHSG kemungkinan tidak akan berjalan mulus, karena investor masih akan memperhatikan kebijakan perdagangan global serta tindakan dari bank sentral utama.

Dari perspektif global, perhatian investor akan terfokus pada kebijakan suku bunga The Fed, inflasi di Amerika Serikat, dan kondisi ekonomi China. Pengaruh dari dinamika geopolitik juga diperkirakan dapat mempengaruhi sentimen risiko dan arus modal ke negara berkembang.

Sementara itu, dari dalam negeri, faktor-faktor utama yang memengaruhi IHSG termasuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, belanja pemerintah, dan stabilitas nilai tukar rupiah. Elandry memproyeksi nilai tukar rupiah akan berada di rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS hingga akhir 2026, dengan tekanan dari pergerakan dolar AS yang tetap menjadi perhatian.

Hingga penutupan perdagangan Senin, meskipun IHSG mengalami penurunan tahunan sebesar 31,58%, indeks ditutup menguat sebesar 0,69% atau 40,29 poin, ke level 5.916,07, menunjukkan adanya harapan di kalangan investor.

Baca Juga  Kalista Siap Hadirkan Bus Elektrik untuk Transportasi Umum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *