Jackiecilley.com – Fenomena gerhana matahari ternyata memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku hewan. Saat gerhana terjadi, banyak hewan menunjukkan perilaku yang mengindikasikan kebingungan dan kegelisahan. Meskipun gerhana matahari hanya berlangsung singkat, suasana gelap yang tiba-tiba dapat mempengaruhi ritme sirkadian hewan yang mengatur siklus tidur dan makan mereka.
Para peneliti mencatat beragam reaksi dari hewan, baik liar maupun domestik. Dalam observasi yang dilakukan di Zambia, pengamat gerhana Tora Greve mencatat perubahan perilaku seperti katak yang mulai bersuara dan burung pemangsa yang berhenti terbang saat gerhana berlangsung.
Contoh lain menunjukkan sapi perah yang kembali ke kandang dan jangkrik yang berkicau seolah sudah malam. Observasi pada gerhana total 2017 mengindikasikan bahwa reaksi hewan dapat bervariasi. Beberapa hewan tetap berperilaku normal, sementara yang lain menunjukkan tingkah laku malam hari atau tanda-tanda kecemasan.
Burung-burung nokturnal, misalnya, muncul keluar dari tempat persembunyian selama puncak gerhana, kemudian kembali bersembunyi begitu cahaya matahari kembali. Sementara itu, beruang tidak menunjukkan perubahan signifikan.
Mengumpulkan data tentang reaksi hewan saat gerhana bukanlah tugas mudah. Gerhana hanya terlihat di lokasi terpencil, sehingga Rebecca Johnson dari California Academy of Sciences menginisiasi proyek Life Responds untuk mengumpulkan laporan dari masyarakat yang menyaksikan fenomena ini. Selain itu, NASA juga meluncurkan Eclipse Soundscapes pada 2024 untuk lebih memahami reaksi jangkrik terhadap gerhana.