Jackiecilley.com – Perum Bulog mengukuhkan komitmennya dalam mendukung penyaluran hasil tebu petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dengan melaksanakan koordinasi dan fasilitasi bersama berbagai pihak demi menjaga kelancaran industri gula nasional. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog, Tomi Wijaya, saat memberikan keterangan di Jakarta pada Senin.
Tomi menjelaskan bahwa peran pergulaan sangat penting dalam menopang ekonomi lokal, terutama bagi petani tebu, tenaga kerja, dan pelaku usaha terkait lainnya. Dengan memprioritaskan dialog terbuka dengan masyarakat, Bulog berusaha memahami aspirasi yang disampaikan oleh para petani tebu terkait dinamika operasional industri di wilayah tersebut.
“Fokus utama kami adalah menciptakan suasana yang kondusif dan mendukung aktivitas masyarakat,” ujar Tomi. Dia menambahkan bahwa Bulog berkomitmen untuk menjaga komunikasi yang konstruktif antara semua pemangku kepentingan.
Dalam upaya mendukung kelancaran penyaluran hasil tebu, Bulog telah mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lapangan. Diketahui sebelumnya, terdapat rencana unjuk rasa oleh para petani tebu di Blora sebagai respons terhadap isu penyerapan tebu oleh PT Gendhis Multi Manis (GMM).
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan bahwa hasil panen tebu yang akan dilakukan mulai Mei 2026 akan diserap oleh GMM sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Kunjungan kerja Rizal ke GMM di Blora bertujuan untuk menegaskan komitmen Bulog dalam merespons aspirasi petani dan memastikan kelancaran proses penyerapan hasil panen mendatang.