BEI Yakin Koreksi IHSG Terkait Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel

[original_title]

Jackiecilley.com – Penurunan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjadi akibat eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang memicu kekhawatiran di kalangan investor. Menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia, Irvan Susandy, penutupan Selat Hormuz oleh Iran dianggap sebagai ancaman terhadap rantai pasok global, terutama dalam sektor energi. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu.

Irvan menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah memicu lonjakan harga minyak, yang semakin memperburuk kondisi pasar. Keterkaitan IHSG dengan pergerakan indeks bursa saham regional lainnya juga terlihat jelas, di mana beberapa bursa di Asia mengalami penurunan tajam. Sebagai contoh, bursa Korea Selatan bahkan mengalami penghentian perdagangan setelah indeksnya merosot lebih dari 8 persen.

Pada perdagangan Rabu (4/3), IHSG mengalami penurunan 251,47 poin atau 3,17 persen, dengan posisi akhir di 7.688,29. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 1.843.291 transaksi, dengan volume trading sebanyak 30,95 miliar lembar saham senilai Rp15,89 triliun. Dalam hal ini, terdapat 66 saham yang mengalami kenaikan, sementara 703 saham mengalami penurunan, dan 43 saham lainnya tidak menunjukkan perubahan.

Pada saat yang sama, sejumlah indeks bursa regional juga mengalami penurunan. Indeks Nikkei tercatat turun 1.883,40 poin atau 3,35 persen, indeks Shanghai anjlok 59,11 poin atau 1,43 persen, dan indeks Kospi mengalami penurunan 417,32 poin atau 7,21 persen. Penurunan ini menunjukkan dampak luas dari ketidakpastian yang ditimbulkan oleh ketegangan di Timur Tengah terhadap pasar saham global.

Baca Juga  Si Gagah Jaecoo J7 SHS, Teman Perjalanan Ideal Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *