Jackiecilley.com – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menekankan pentingnya pendanaan terpadu dalam mendorong transformasi digital di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kontribusi ekonomi digital terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Rolly Rochmad Purnomo, Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas, mengatakan bahwa digitalisasi dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi di berbagai sektor.
Rolly mengungkapkan strategi pendanaan untuk transformasi digital hingga tahun 2027 harus melibatkan sumber dari pemerintah, BUMN, BUMD, dan sektor swasta, termasuk kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU). Untuk meningkatkan efektivitas pendanaan, pemerintah merencanakan penggunaan instrumen seperti blended finance dan pembiayaan berbasis hasil.
Sebelumnya, ia menyatakan bahwa sebagian besar pendanaan untuk sektor digital berasal dari sektor swasta. Pendanaan pemerintah cenderung difokuskan pada wilayah non-komersial, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Rolly menekankan pentingnya kebijakan insentif fiskal dan nonfiskal untuk menarik investasi di sektor digital, yang juga mencakup harmonisasi regulasi.
Teknologi baru, termasuk kecerdasan artifisial (AI), dinilai sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital. Rolly menyebut bahwa adopsi AI dapat meningkatkan produktivitas di sektor keuangan, pendidikan, dan kesehatan. Namun, untuk merealisasikan potensi ini, dibutuhkan infrastruktur digital yang memadai, data berkualitas, serta literasi digital yang baik.
Dia juga mengingatkan bahwa percepatan adopsi AI harus seiring dengan penguatan infrastruktur digital dan tata kelola data untuk memastikan penerapan teknologi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.