Bapanas Perkuat Pengawasan Rantai Pasok Beras di Jateng

[original_title]

Jackiecilley.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengintensifkan pengawasan terhadap rantai pasok perberasan di Jawa Tengah melalui peluncuran Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Harga dan Mutu Beras. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga eceran tertinggi (HET) serta memastikan kualitas dan ketersediaan beras.

Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Bapanas Rinna Syawal menjelaskan bahwa kolaborasi ini mencakup berbagai pihak, termasuk Satgas Pangan Polri baik dari pusat maupun daerah, pemerintah daerah, dan Perum Bulog. “Kami berharap sinergi ini dapat memastikan penerapan HET beras berjalan dengan baik dan memberikan kepastian kepada masyarakat,” ungkapnya di Baubau, Sulawesi Tenggara, pada hari Kamis.

Pengawasan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari produsen, distributor, hingga pasar tradisional dan ritel modern. Rinna menambahkan bahwa fokus utama pengawasan adalah komoditas beras, dengan tim gabungan yang terdiri atas anggota dari Dirkrimsus Polda Jawa Tengah serta berbagai instansi terkait seperti dinas pangan dan perdagangan.

Sasaran pengawasan meliputi tiga kategori beras: premium, medium, dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Rinna mencatat harga beras premium di wilayah tersebut mencapai Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500, dan beras SPHP Rp12.500.

Menteri Pertanian yang juga memimpin Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menekankan bahwa fluktuasi harga beras tidak disebabkan oleh penurunan stok. Ia juga mengingatkan agar tindakan tegas diambil terhadap pelanggar, termasuk penutupan usaha bagi mereka yang melanggar ketentuan HET.

Dengan langkah-langkah ini, Bapanas berupaya menjaga stabilitas harga beras demi kesejahteraan masyarakat dan petani di Indonesia.

Baca Juga  KKP Akselerasi Pemulihan Sektor Perikanan Aceh Pascabencana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *