Sampah Jadi Masalah Serius di Jakarta Barat

[original_title]

Jackiecilley.com – Masalah sampah di Jakarta Barat menjadi sorotan kembali, dengan timbulan sampah mencapai 807.966 ton per tahun, namun hanya 26 persen yang dimanfaatkan kembali. Viral di media sosial, tumpukan sampah terbentuk di berbagai lokasi, seperti luar Pasar Kopro, Jalan Kanal Banjir Barat, dan Rusun Angke di Tambora.

Pada Selasa, 31 Maret lalu, sampah menumpuk di area luar Pasar Kopro hingga mengganggu jalur lalu lintas. Limbah rumah tangga, kantong plastik, dan kasur bekas menciptakan pemandangan kotor dan bau menyengat. Seorang pedagang, Yahya, mengaku aroma tak sedap tersebut menurunkan minat pelanggan untuk berbelanja. Ia berharap pihak berwenang segera menyelesaikan masalah ini, mengingat warga telah membayar iuran kebersihan bulanan.

Di kawasan Rusun Tambora, situasi semakin parah. Tumpukan sampah di samping warung seorang pedagang sayur menyebabkan dinding bangunan roboh akibat cairan lindi yang merembes. Masruroh, pemilik warung berusia 67 tahun, menggambarkan betapa mengganggunya tumpukan sampah yang tingginya bahkan mencapai atap. Meskipun kondisi demikian, ia tetap berjualan karena anak-anaknya belum memiliki pekerjaan tetap.

Situasi ini menunjukkan perlunya langkah segera dari pemerintah dan pihak terkait untuk menangani masalah sampah di Jakarta Barat. Tanpa upaya terkoordinasi, isu ini berpotensi menambah masalah kesehatan dan lingkungan bagi masyarakat. Warga berharap penanganan yang lebih efektif dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Baca Juga  Zirkzee Akhiri Puasa Gol, Ungkap Kekuatan Ruang Ganti MU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *