Jackiecilley.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatatkan minat yang tinggi dari berbagai pemerintah daerah (pemda) untuk menerbitkan obligasi melalui pasar modal. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, dalam sebuah konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta. Saidu menjelaskan bahwa situasi keuangan yang terbatas akibat pemotongan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) mendorong pemda untuk mencari sumber pendanaan alternatif.
Menurut Saidu, meskipun terdapat banyak penjajakan, keberhasilan penerbitan obligasi daerah sangat bergantung pada kemauan politik para pemimpin daerah. Ia menambahkan bahwa beberapa badan usaha milik daerah (BUMD) telah menunjukkan ketertarikan untuk melakukan kerjasama dengan BEI untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan. Pemprov DKI Jakarta, khususnya, berencana untuk menerbitkan obligasi daerah yang dapat menghimpun dana hingga Rp3,5 triliun.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa rencana penerbitan obligasi ini bertujuan untuk mengatasi tekanan fiskal akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp15 triliun dari pemerintah pusat. Dalam diskusi yang berlangsung di Main Hall BEI, Pramono menyatakan, “Dengan dipotongnya Rp15 triliun, Jakarta menghadapi tekanan fiskal yang signifikan. Oleh karena itu, tahun ini kami memulai penerbitan obligasi daerah ini, yang mungkin menjadi yang pertama di Indonesia.”
Sumber lain menunjukkan bahwa beberapa pemda juga mendorong BUMD mereka untuk mencari alternatif pembiayaan dengan cara yang lebih kreatif. Kegiatan ini diharapkan mampu berkontribusi pada pemulihan keuangan daerah di tengah ketidakpastian yang ada.