Aliansi Mahasiswa Bali Desak APH Selidiki Penyimpangan Dana Reses

[original_title]

Jackiecilley.com – Aliansi Mahasiswa Antikorupsi Bali menuntut agar tiga lembaga hukum, yaitu KPK, Kejaksaan Agung, dan Polri, melakukan penyelidikan atas dugaan penyimpangan dana reses yang melibatkan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih. Tuntutan ini disampaikan para mahasiswa saat melakukan demonstrasi di depan ketiga instansi tersebut pada Jumat lalu.

Koordinator aksi, Irfansyah Rafsanjani, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan respon atas kekecewaan masyarakat Bali terhadap pelanggaran yang diduga dilakukan oleh Agung. Dia menyatakan adanya banyak indikasi penyelewengan dana reses yang seharusnya dimanfaatkan untuk penyerapan aspirasi masyarakat. “Penyelewengan dana ini jelas merugikan rakyat dan menafikan hak mereka untuk menyampaikan pendapat,” ungkapnya.

Dana reses, yang dirancang untuk mendukung kinerja anggota dewan dalam menyerap aspirasi rakyat, dinilai telah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Irfansyah menyatakan bahwa tindakan ini adalah pelanggaran serius, mengkhianati kepercayaan publik dan merusak hubungan antara wakil rakyat dengan konstituen mereka.

Lebih jauh, dia juga mengungkapkan bahwa Agung tidak memiliki rekam jejak bersih, mengingat sebelumnya tersangkut dalam isu korupsi pengadaan alat pelindung diri (APD) COVID-19 dengan kerugian negara mencapai Rp390 miliar.

Melalui aksi ini, mahasiswa mendesak agar KPK, Kejaksaan Agung, dan Polri menanggapi tuntutan mereka dalam waktu 3×24 jam. Jika tidak ada tindak lanjut yang jelas, mereka berencana untuk menggelar demonstrasi yang lebih besar dan masif di masa mendatang.

Baca Juga  Chatbot AI Jadi Sarana Curhat, Namun Berisiko Memicu Depresi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *