Iran Targetkan Pusat Data Amazon dan Oracle, Kini Selanjutnya Google dan YouTube

[original_title]

Jackiecilley.com – Iran telah mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan terhadap pusat data Amazon dan Oracle sebagai bentuk pembalasan atas tindakan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Pada 3 April, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan tersebut difokuskan pada infrastruktur teknologi di Bahrain dan Dubai.

Serangan ini menargetkan pusat komputasi awan Amazon di Bahrain serta basis data Oracle di Uni Emirat Arab. Menurut laporan dari kantor berita negara, IRNA dan Tasnim, serangan ini merupakan respons langsung terhadap insiden yang terjadi pada 1 April, ketika serangan udara oleh AS dan Israel menewaskan istri mantan Menteri Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi, dan melukai dirinya sendiri.

IRGC menegaskan bahwa serangan ini adalah langkah konkret Iran untuk menanggapi provokasi yang berulang dari AS dan Israel, yang selama ini dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Iran. Mereka menyatakan bahwa pusat data Amazon hancur total akibat serangan tersebut.

Iran sebelumnya telah memperingatkan tentang kemungkinan penargetan perusahaan-perusahaan teknologi Amerika jika tindakan militer terhadap kepemimpinan mereka terus berlanjut. Dalam konteks yang lebih luas, perkembangan ini menunjukkan escalasi ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat, serta dampaknya terhadap infrastruktur teknologi yang beroperasi di kawasan tersebut.

Dengan situasi yang semakin memanas, dunia internasional mencermati dengan seksama langkah-langkah selanjutnya dari kedua belah pihak, khususnya dalam konteks hubungan diplomatik yang sudah lama tegang.

Baca Juga  BSI Optimis Kenaikan Pengumpulan ZISWAF Tahun Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *