Jackiecilley.com – Penguatan layanan wealth management menjadi fokus utama transformasi PT Bank Tabungan Negara (BTN) dalam upayanya bergerak “beyond mortgage”. Hal ini disampaikan oleh Direktur Network and Retail Funding BTN, Rully Setiawan, dalam acara BTN Economic Outlook & Chinese New Year 2026 di Jakarta pada Selasa.
Rully menjelaskan bahwa BTN telah membagi layanan wealth management menjadi beberapa kategori. Terdapat tiga tingkatan: Prospera untuk nasabah dengan saldo minimal Rp300 juta, Prioritas untuk yang memiliki dana mulai Rp500 juta, dan Private Banking bagi nasabah yang memiliki dana di atas Rp15 miliar. Penguatan layanan ini diharapkan mampu menarik lebih banyak nasabah dan meningkatkan hubungan dengan mereka.
Saat ini, Asset Under Management (AUM) BTN telah mencapai sekitar Rp20 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan lebih dari 20 persen dibandingkan tahun lalu. Rully menyebutkan, nasabah baru akan dimotivasi untuk beralih dari Prospera ke Prioritas, dan dari Prioritas ke Private Banking sesuai dengan level mereka.
BTN mengarahkan strateginya untuk tidak hanya menawarkan pembiayaan perumahan, tetapi juga produk lain seperti kartu kredit, kredit kendaraan bermotor, dan layanan Buy Now Pay Later (BNPL). Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat posisi BTN sebagai bank konsumer terkemuka di antara bank Himbara.
Lebih lanjut, Rully optimis tentang prospek BTN di tahun 2026, menekankan pentingnya kedekatan yang lebih kuat dengan nasabah. Salah satu inovasi adalah Bale by BTN, yang berfungsi sebagai pusat transaksi terpadu untuk reksa dana, saham, dan berbagai metode pembayaran. Dengan strategi ini, BTN menargetkan pertumbuhan bisnis yang lebih solid dan berkelanjutan.