Jackiecilley.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan pencapaian laba sebesar Rp80 miliar untuk kuartal I 2026, meskipun industri semen domestik berada dalam tekanan. Pencapaian ini terpicu oleh peningkatan volume penjualan dan hasil dari transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyatakan bahwa kinerja ini berkat strategi yang difokuskan pada pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, dan optimalisasi produk. Pada kuartal ini, SIG mencatat volume penjualan mencapai 8,71 juta ton, naik 1,7 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar 8,57 juta ton. Kenaikan penjualan domestik mencapai 5,4 persen, dengan segmen semen kantong mengalami lonjakan 11 persen, melebihi pertumbuhan permintaan nasional yang sebesar 7 persen.
Pendapatan SIG tercatat sebesar Rp8,29 triliun, sementara beban pokok pendapatan mencapai Rp6,62 triliun. Laba sebelum pajak dilaporkan sebesar Rp156 miliar dengan EBITDA sebesar Rp1,06 triliun. Meskipun ada tantangan dari kelebihan pasokan dan tekanan biaya global, peningkatan laba sebesar 88,7 persen menunjukkan tren positif yang berlanjut sejak kuartal IV 2025.
Vita menambahkan bahwa meskipun biaya pokok pendapatan mengalami kenaikan sebesar 8,6 persen, efisiensi dalam manajemen keuangan berhasil menekan biaya operasional dan utang. SIG juga berkomitmen untuk memperluas pasar ekspor dengan pengembangan fasilitas produksi di Tuban, Jawa Timur, yang ditargetkan mulai beroperasi pertengahan 2026. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan kapasitas produksi dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.