Jackiecilley.com – Selandia Baru dan Australia telah mengumumkan kerja sama yang erat untuk mengatasi dampak ekonomi dari guncangan global serta meringankan beban anggaran rumah tangga. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Selandia Baru, Nicola Willis, pada Jumat, 24 April 2026, saat mengikuti dialog tahunan Australia-Selandia Baru di Brisbane, Australia.
Dalam pertemuan tersebut, Willis dan rekan sejatinya dari Australia, Jim Chalmers, membahas berbagai isu penting yang mempengaruhi kedua negara. Fokus utama pembicaraan adalah pengelolaan tekanan harga bahan bakar yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah, serta upaya memperkuat rantai pasokan yang terpengaruh oleh situasi geopolitik dan ekonomi saat ini.
Menurut Pemerintah Selandia Baru, kolaborasi ini juga mencakup diskusi mengenai dampak kenaikan biaya bahan bakar dan transportasi barang terhadap negara-negara kepulauan Pasifik. Kedua menteri sepakat untuk terus memberikan bantuan melalui kerja sama dengan mitra internasional, termasuk Bank Dunia dan Asian Development Bank.
Pertemuan ini juga menekankan pentingnya memperdalam integrasi ekonomi antara Australia dan Selandia Baru. Dalam konteks ini, proyek Pasar Ekonomi Tunggal menjadi salah satu agenda utama. Willis menyatakan bahwa “integrasi yang lebih kuat akan meningkatkan ketahanan kedua negara dalam menghadapi guncangan global.”
Dengan fokus pada penguatan kerja sama ekonomi ini, diharapkan kedua negara dapat menghadapi tantangan di masa depan dengan lebih baik, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah terdampak. Ini menjadi langkah signifikan kedua negara dalam merespons realitas ekonomi yang terus berubah.