Riset Antropolog Ungkap Faktor Kesulitan Menurunkan Berat Badan

[original_title]

Jackiecilley.com – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa olahraga mungkin tidak seefektif yang diperkirakan dalam menurunkan berat badan. Meski bermanfaat bagi kesehatan secara umum, studi yang melibatkan analisis empat belas uji coba pada manusia ini mengungkapkan bahwa tubuh cenderung mengompensasi dengan mengurangi pembakaran kalori untuk aktivitas lain.

Herman Pontzer, profesor antropologi evolusioner dan kesehatan global dari Duke University, bersama timnya meneliti pengeluaran energi di kalangan suku Hadza di Tanzania, yang dikenal dengan gaya hidup aktif dan tradisional. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun mereka lebih aktif secara fisik, rata-rata kalori yang dibakar per hari tidak lebih tinggi dibandingkan dengan populasi di Amerika Serikat dan Eropa.

Melalui metode canggih, seperti teknik ‘air berlabel ganda’, Pontzer dapat mengukur dengan tepat kalori yang terbakar. Ia menyatakan, “Meskipun mereka jauh lebih aktif, mereka tidak membakar lebih banyak kalori daripada kami.” Hal ini menekankan fakta bahwa banyak kalori yang dikeluarkan oleh tubuh digunakan untuk proses penting lainnya, seperti menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh dan homeostasis.

Pontzer menambahkan bahwa fokus berlebihan pada kalori yang dibakar saat berolahraga dapat mengaburkan pemahaman kita. Sementara olahraga memang berkontribusi pada kesehatan, dalam konteks penurunan berat badan, hasilnya mungkin tidak sesuai harapan. Meski demikian, manfaat fisik dari olahraga tetap signifikan, termasuk mengurangi peradangan dan menstabilkan hormon.

Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman yang lebih luas tentang hubungan antara olahraga dan pengendalian berat badan, serta implikasinya bagi gaya hidup sehat di masyarakat modern.

Baca Juga  Insiden Penganiayaan Kurir ShopeeFood di Sleman Tetapkan Pelanggan Tersangka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *