Reformasi Polri Harus Terjaga, Jangan Sampai Terpental oleh Politik

[original_title]

Jackiecilley.com – Agenda Reformasi Budaya Polri harus tetap fokus pada perbaikan internal dan pelayanan publik, hal ini ditegaskan oleh Koordinator Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR), Fauzan Ohorella. Ia mengingatkan pentingnya menjaga murni narasi reformasi agar tidak disusupi oleh kepentingan politik tertentu yang dapat mengancam legitimasi kepolisian.

Fauzan menambahkan bahwa reformasi ini harus menyentuh aspek fundamental, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan anggota Polri, khususnya Bhabinkamtibmas yang berperan vital dalam menjaga keamanan di masyarakat. Melalui pernyataannya pada 16 Februari 2026, ia menyatakan, “Reformasi Budaya Polri harus mengarah pada pembenahan sistem pelayanan dan meningkatkan kualitas SDM.”

Ia juga menyoroti adanya narasi tendensius yang menyerang pimpinan Polri secara subjektif, yang berpotensi merusak stabilitas keamanan nasional. Fauzan menilai, kritik kepada institusi harus disampaikan secara objektif dan konstruktif, bukan dengan serangan yang dapat berujung pada krisis moral.

FPIR menyerukan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah solidaritas antar lembaga keamanan. Dukungan penuh terhadap Reformasi Budaya Polri yang berorientasi pada profesionalisme dan integritas dianggap penting demi kepentingan publik.

Sementara itu, Habib Syakur Ali Mahdi dari Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) memperingatkan tentang pola serangan verbal yang sistematis terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia mencurigai adanya kelompok tertentu yang memanfaatkan isu-isu reformasi untuk tujuan politik, serupa dengan yang pernah diarahkan pada Presiden Joko Widodo. Hal ini, menurutnya, bukanlah kritik konstruktif tetapi justru upaya delegitimasi institusi.

Baca Juga  KAI Tegaskan Akuntabilitas Pemanfaatan BBM Subsidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *