Jackiecilley.com – Keimanan kepada qadha dan qadar merupakan pokok ajaran dalam Islam yang penting dipahami oleh setiap Muslim. Dalam diskusi mengenai perbedaan antara qadha, qadar, dan takdir, banyak ulama memberikan pandangan yang beragam. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apa sebenarnya perbedaan antara ketiga istilah tersebut?
Ustaz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa terdapat dua pandangan utama dari para ulama. Pertama, beberapa ulama menganggap qadha dan qadar sebagai istilah yang sama, merujuk pada ketetapan Allah yang ditentukan sebelumnya. Imam Ibnu Baz juga menyatakan hal serupa, menjelaskan bahwa keduanya memiliki arti yang sama.
Di sisi lain, terdapat ulama yang membedakan antara qadha dan qadar. Dalam pandangan ini, qadha dianggap sebagai ketetapan keseluruhan yang telah ditentukan sejak zaman azali, sementara qadar adalah rincian atau bagian dari ketetapan tersebut yang terwujud dalam kehidupan makhluk. Al-Hafidz Ibnu Hajar menegaskan bahwa qadha merupakan prinsip global, sedangkan qadar berkaitan dengan perincian spesifik.
Sebaliknya, ada pemahaman lain yang menyatakan bahwa qadar muncul terlebih dahulu, sebelum qadha. Dalam pandangan ini, qadar dianggap sebagai ketetapan yang ditentukan Allah, dan qadha adalah realisasi dari ketetapan tersebut saat terjadi. Pendapat ini juga dijelaskan dalam karya Ar-Raghib al-Asfahani.
Dengan adanya perbedaan pandangan ini, umat Islam diharapkan tidak hanya menerima jalan hidup yang telah ditetapkan Allah, tetapi juga terus berusaha melakukan yang terbaik dalam setiap langkahnya. Hal ini penting untuk mencapai keseimbangan dalam iman dan tindakan sehari-hari.