06 Maret 2026 – Kalender ramadhan 2026 banyak dicari warga untuk memastikan tanggal awal puasa, agenda penting di pertengahan bulan, hingga perkiraan Idul Fitri. Rujukan resmi tetap mengacu pada penetapan pemerintah melalui sidang isbat dan kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama.
Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan itu diumumkan setelah sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama RI Nasaruddin Umar pada 17 Februari 2026 di Jakarta. Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan perhitungan hisab, sehingga ada perbedaan satu hari dalam memulai puasa.
Dalam kalender Hijriah yang dirilis Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam, hari ini, Jumat 6 Maret 2026, bertepatan dengan 16 Ramadan 1447 H. Dengan acuan pemerintah, peringatan Nuzulul Quran (17 Ramadan) berada pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sementara pada sebagian kalender ormas yang memulai lebih awal, penanda 17 Ramadan jatuh pada 6 Maret.
Kalender yang sama juga menempatkan awal 10 malam terakhir Ramadan pada 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H). Periode ini biasanya menjadi acuan sebagian masyarakat untuk memperbanyak ibadah malam, termasuk itikaf, dengan catatan praktik dan jadwal kegiatan mengikuti kebijakan masing-masing masjid serta kondisi setempat.
Memasuki penghujung Ramadan, Kementerian Agama menjadwalkan sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H pada Kamis, 19 Maret 2026. Untuk kebutuhan perencanaan libur, keputusan bersama tiga menteri menetapkan cuti bersama Idul Fitri pada 20, 23, dan 24 Maret 2026, serta libur nasional Idul Fitri pada 21–22 Maret 2026, dengan catatan kepastian 1 Syawal tetap mengikuti hasil sidang isbat. Kemenko PMK
Bagi jadwal harian sahur dan berbuka, masyarakat disarankan memakai jadwal imsakiyah resmi sesuai kota/kabupaten karena waktu salat berbeda antardaerah. Pemantauan pengumuman resmi juga penting untuk menghormati perbedaan metode penetapan agar kegiatan ibadah dan rencana mudik berjalan tertib.